Rabu, 31 Oktober 2012

Internasional Management Sumberdaya Manusia

Haiii teman-teman, ini adalah untuk kesekian kalinya saya membuat blog, dan kali ini saya khusus menulis untuk mengulas mengenai internasional manajemen sumberdaya manusia. Semoga berkenan dihati teman - teman sekalian.. hhahahhaha..
Disini saya akan menjelaskan tentang dasar-dasar yang ada dalam internasional menajemen sumberdaya manusia..
Sebenarnya, internasional manajemen sumberdaya manusia tidak berbeda jauh dengan manajemen sumberdaya manusia, hanya saja internasional sumberdaya manusia memiliki rules atau aturan aturan yang lebih banyak, sehingga terlihat menjadi sedikit rumit.. Namun bagi teman teman yang mau membuka peluang usaha yang lebih maju, haruslah mempelajari mengenai internasional manajemen sumberdaya manusia ini.. hehehhe..
Dalam internasional sumberdaya manusia terdapat 6 komponen, yaitu :
-Rekrutmen
-Seleksi
-Pelatihan dan Pengembangan
-Penilaian Kinerja
-Kompensasi
-Hubungan Tenaga Kerja



Nah didalam internasional manajemen sumberdaya, yang paling penting kunci nya adalah kita harus mempelajari budaya yang ada. karena seperti yang kita tahu, disetiap negara pastinya memiliki budaya yang berbeda beda. Jangankan disetiap negara, di negara kita tercinta Indonesia raya saja memiliki berbagai bentuk budaya yang berbeda, apalagi kalau kita melihatnya disisi setiap negara..
Disini saya memiliki dua pendapat, yaitu yang pertama kita sebagai pemilik perusahaan dengan mitra kerja, dan kita sebagai pemilik perusahaan internasional yang berhadapan dengan para karyawan kita..
Pertama dalam hubungan mitra kerja, tentunya kita harus mempelajari mengenai budaya yang ada pada mitra kerja kita,, jangan sampai kita berbuat salah atau membuat sakit hati mitra kerja kita karena hal tersebut dapat berakibat fatal untuk pihak perusahaan kita., jadi sebelum berhadapan dengan mitra kerja kita, kita harus tau budaya-budaya apa aja sih yang ada pada mitra kerja kita, dan kita sebaik mungkin harus menyesuaikannya, untuk menarik hati mitra kerja kita..
Yang kedua hubungan antara pemilik perusahaan dengan para karyawan.. Nah, sebagai perusahaan internasional, tentunya kita akan memiliki karyawan yang berasal bermacam - macam negara. Apabila hubungan dengan mitra kerja kita perlu menyesuaikan, pada kasus kali ini kita tidak perlu menyesuaikan dengan budaya karyawan, karena akan sangat ribet apabila kita harus menyesuaikan dengan budaya karyawan yang berbeda-beda. Disini kita harus membuat satu patokan peraturan yang nantinya akan diikuti para karyawan, dalam membuka lowongan kerjanya pun, peraturan tersebut harus dicantumkan, agar karyawan yang masuk di perusahaan kita dapat menyesuaikan dengan budaya yang ada diperusahaan.
ooh iaa,, di blog saya sebelumnya juga ada contoh kasus yang berhubungan dengan ekspatriat,, mungkin dapat menunjang blog saya satu ini, karena dapat masuk dalam konteks IHRM.. hehhehe
Demikian yang dapat saya tulis kali ini,, mohon maaf kalau ada salah"nya, karena kita juga sama-sama belajar,, hehehhe... Terima kasih, semoga berkenan dihati saudara.. :D

Senin, 28 Mei 2012

Penetapan Harga Ekspor State Manufacturing



Contoh Kasus:
State Manufacturing Company, sebuah produsen alat" pertanian baru saja menerima permintaan dari sebuah distributor besar di Italia. Jumlah yang harganya diinginkan distributor adalah cukup besar sehingga Jim Mason, manager penjualannya, merasa harus menanggapinya. Permasalahannya, sebelumnya Mason tidak pernah menghitung suatu penjualan untuk ekspor yang dilakukan. Ia hanya mengambil harga pabrik FOB reguler dan menambahkan biaya pengemasan ekspor yang ekstra berat dan ditambah ongkos angkut darat ke pelabuhan AS terdekat. Harga tersebut seharusnya memungkinkan perusahaan itu memperoleh keuntungan jika ia menghitung harga FAS pelabuhan keluar.Akan tetapi, syarat" penjualan itu membuatnya bosan. Manager ekspedisi telah memanggil foreign freightfowarders untuk mempelajari frekuensi pelayaran ke Italia, dan selama percakapan itu ia menyarankan kepada manajer ekspedisi bahwa ia mungkin sanggup membantu Mason. Ketika Mason memanggilnya, ia mengetahui bahwa karena persaingan banyak perusahaan seperti state manufacturing menghitung CIF pelabuhan diluar negeri sebagai suatu yang menguntungkan bagi importir. Dia menanyakan kepadanya syarat" pembayaran apa yang harus dicantumkan, dan ia menjawab bahwa manajer kreditnya telah menyarankan suatu letters of credit yang confirmed dan irrevocable untuk memastikan penerimaan pembayaran untuk penjualan itu. Ia mengakui bahwa distributor tersebut bagaimanapun juga telah meminta pembayaran atas wesel berjangka 90hari..Foreign freight fowarders itu mendesak Mason agar mempertimbangkan untuk menghitung CIF pelabuhan masuk di Italia dengan pembayaran seperti yang diminta oleh distributor tersebut supaya lebih bersaing. Ia menginformasikan kepadanya bahwa ia dapat memperoleh asuransi untuk melindungi perusahaannya terhadap resiko dagang. Untuk membantunya menghitung harga CIF, dia menawarkan untuk memberinya berbagai beban biaya jika ia dapat mengatakan kepadanya berat dan nilai pengiriman FOB pabriknya. Ia menjawab bahwa harga totalnya adalah $21.500 dan bahwa berat bruto, termasuk peti kemas adalah $3.629 kilo.
Dua jam kemudian, dia memanggilnya untuk memberikan biaya sebagai berikut:
1. Pengisian ke peti kemas $200,00
2. Angkutan di darat dikurangi penanganan $798,00
3. Fowarding dan dokumentasi (surat-surat) $90,00
4. Angkutan samudra $2.633,00
5. Asuransi risiko dagang $105,00
6. Asuransi laut - total barang $167,15

Selama waktu itu, Mason telah berpikir tentang persaingan. Dapatkah ia menurunkan harga FOB untuk penjualan ekspor? Ia melihat ke angka" biaya. Pengeluaran penjualan mencapai 20% dari harga penjualan. Tidak dapatkah ini dikurangi atas pesanan luar negeri? Penelitian dan pengembangan mencapai 10%. Apakah ini sebaiknya dibebankan? Biaya periklanan dan promosi
mencapai 10% lagi. Bagaimana dengan ini? Karena ini merupakan sebuah permintaan yang tidak diharapkan, maka tidak ada biaya penjualan untuk penjualan ini, kecuali sekretarisnya. Mason merasa bahwa tidak ada gunanya menghitung waktu ini.Jika anda adalah Mason, Bagaimana anda menghitung CIF pelabuhan masuk? Dan tentukan total pajak yang harus dibayar?

Jawab :
Diketahui:
1. Cost $21.500
2. Pengisian ke peti kemas $200,00
3. Angkutan di darat dikurangi penanganan $798,00
4. Fowarding dan dokumentasi (surat-surat) $90,00
5. Angkutan samudra $2.633,00
6. Asuransi risiko dagang $105,00
7. Asuransi laut - total barang $167,15

1. Cost = Harga Barang (C)
2. Insurance = Asuransi (I)
3. Freight = Ongkos Kirim (F)
4. PPN = Pajak Pertambahan Nilai
5. PPh = Pajak Penghasilan Mengenai Impor
6. ID = Import Duty (Bea Masuk)

Pajak Impor = PPN Impor + PPh
PPN impor = 10% (CIF + ID - $50)
PPh = 7,5% (CIF + ID - $50)
CIF = Cost + Insurance + Freight
ID = (CIF - $50) x tarif bea masuk

Ketentuan :
* Jika membeli barang diatas $50 maka akan dikenai pajak.
* Untuk tarif bea masuk, dapat dilihat di http://ems.posindonesia.co.id/custom.html


CIF = 21.500 + (105 + 167,15) + (200 + 798 + 90 + 2.633)
= 21.500 + 272,15 + 3.721
= $25.493,15

ID = ($25.493,15 - $50) x 0
= 0

PPN impor = 10% ($25.493,15 + 0 - $50)
= 10% x $25.443,15
= $2.544,32

PPh = 7,5% ($25.493,15 + 0 -$50)
= 7,5% x $25.443,15
= $1.905,2

Pajak impor = $2.544,15 + 1.905,2
= $4.452,4

Jadi, CIF pelabuhan masuknya adalah $25.493,15 dan pajak yang harus dibayar sebesar $4.452,4

Senin, 09 April 2012

PRIVATISASI PERUSAHAAN

Cases :
Anda seorang eksekutif perusahaan milik negara yang baru saja dinasionalisasi dengan menjual sahamnya kepada karyawan perusahaan tersebut. Sebelum keputusan tentang kebijakan perusahaan dikeluarkan, harus diperoleh persetujuan dari pemerintah terlebih dahulu. Bagaimanakah upah gaji karyawan, apakah disesuaikan dengan gaji pegawai negeri dan tidak diberi intensif? Pemeliharaan pabrik dan peralatan sangat buruk. Kerusakan mesin sering terjadi dan biaya perbaikannya mahal. Beban utilitas tinggi.
Agar privatisasi tersebut berjalan dengan sukses, berikan saran dan program yang akan Anda lakukan!

Privatisasi Perusahaan merupakan proses pengalihan kepemilikan dari milik umum menjadi milik pribadi. Dan lawan dari privatisasi adalah nasionalisasi.
Disini kita dihadapkan dengan masalah mengenai hal - hal yang akan kita lakukan setelah perusahaan kita telah melakukan privatisasi, entah masalah upah dan gaji, pemeliharaan dan peralatan, beban utilitas yang tinggi. Bagaimana cara kita agar privatisasi dapat berjalan dengan sukses.
Yang pertama mengenai upah dan gaji karyawan, menurut saya upah dan gaji karyawan tidak perlu disesuaikan dengan gaji pegawai negeri, hanya harus memenuhi UMR. Karena setelah melakukan privatisasi, perusahaan tersebut tidak lagi 100% milik negara lagi, melainkan milik swasta. Mengenai Intensif, sebaiknya hanya diberikan kepada karyawan yang kinerjanya memuaskan saja, karena hal tersebut dapat menjadi motivasi bagi karyawan lain untuk bekerja lebih baik lagi untuk memperoleh intensif dari perusahaan. Jadi para karyawan akan dapat berlomba memberikan yang terbaik untuk perusahaan serta dapat memperoleh timbal balik antara perusahaan dengan karyawan tersebut. Untuk masalah pemeliharaan pabrik dan peralatan yang buruk tentunya juga harus diutamakan, karena kinerja karyawan tidak akan dapat berjalan secara maksimal apabila mesin - mesin diperusahaan tersebut buruk sekali. Hal tersebut juga dapat menjadi ancaman keselamatan bagi karyawan yang bekerja disana. Mungkin sebaiknya mesin - mesin yang masi bisa diperbaiki dapat diperbaiki dengan baik, dan yang sudah tidak dapat diperbaiki dapat diganti yang baru. Memang benar biaya - biaya tersebut sangat mahal, namun dengan mesin - mesin yang mendukung di perusahaan, pastinya kinerja karyawan akan dapat maksimal, dan kita dapat menjaga keselamatan para karyawan yang bekerja dengan mesin tersebut. Dan apabila hal tersebut dapat dilakukan dengan baik, maka perusahaan pun juga akan mendapatkan peningkatan keuntungan, sehingga tidak perlu khawatir dengan biaya - biaya yang telah dikeluarkan persuahaan tersebut untuk pemeliharaan dan perbaikan mesin.
Menurut saya, apabila hal diatas dapat dilakukan, maka perusahaan tersebut akan dapat berkembang dengan baik. Karena perkembangan perusahaan sangat ditentukan oleh pemimpin, karyawan, dan alat - alat yang menunjang kinerja di perusahaan tersebut.
Oleh karena itu, para karyawan yang bekerja diperusahaan tersebut harus kita "manjakan" ( adanya penghargaan, intensif lebih, jaminan kesehatan, dll) supaya karyawan dapat loyal dan dapat bekerja secara maksimal untuk perusahaan. Alat - alat yang ada diperusahaan pun harus dapat berfungsi dengan baik, guna menunjang perkerjaan karyawan.
Terima Kasih., Semoga dapat bermanfaat. ^^

Rabu, 04 Januari 2012

KEAMANAN DAN TANTANGAN ETIKA DALAM BISNIS ELEKTRONIK (E-BUSINESS)

Teknologi Informasi (TI) telah mengubah wajah dunia secara kontemporer, karena TI saat ini tidak hanya menghubungkan dunia pada satu platform tunggal tetapi juga membantu dalam integrasi berbagai masyarakat tradisional menuju masyarakat modern. Namun perkembangan sistem informasi (SI) yang berhubungan dengan perubahan teknologi informasi yang baru saat ini sering juga terkait dengan kondisi keamanan dan permasalahan etika. Hal ini benar, karena ada tantangan yang bisa ditimbulkan dari dampak perkembangan TI dan SI saat ini yaitu yang ditimbulkan dari internet dan perdagangan elektronik yang bisa memunculkan tindakan perlindungan bagi privasi dan kekayaan intelektual. Seiring dengan hal ini, kemungkinan bagi isu – isu yang menyangkut etika bermasyarakat juga akan berkembang bersamaan dengan hukum dan peraturan terkait perilaku yang menyebabkan terganggunya keamanan dalam TI dan SI yang bisa berdampak negative. Namun selain sisi negative kondisi ini juga ada sisi positifnya yaitu meningkatnya kemampuan komputerisasi masyarakat dan memberikan bantuan kemudahan dan kepraktisan dalam mengelola dan mengirimkan informasi, tetapi masyarakat juga harus selektif dan bisa segera mengambil tindakan jika TI dan SI tidak diterapkan sebagaimana mestinya, dan bisa memicu konflik etika.



MANAJEMEN KEAMANAN : MELIHAT LEBIH DEKAT

Pada dasarnya keamanan informasi dapat dikelola dengan baik, jika di tingkat makro dengan adanya kode praktek yang digunakan sebagai landasan kerja sedangkan di tingkat mikro berupa tes pengukuran. Dalam aplikasi manajemen keamanan ada banyak alat untuk menjaga keamanan informasi sebagai sumber dayayang vital dan bisa meminimalkan dari tindakan kejahatan seperti penipuan, kesalahan dan kerugian dalam elektronik bisnis (e-business) sistem yang juga terkoneksi dengan pelanggan, pemasok, dan stakeholders lainnya.
Dalam dunia sistem informasi dan teknologi saat ini bisa disebutkan dua jenis alat penjaga keamanan yang terbanyak digunakan, yaitu antara lain :

• Password Terenkripsi
Alat keamanan ini bekerja dengan mentransmisikan bentuk pesan, file dan data lainnya ke dalam bentuk acak yang dikhususkan untuk pengguna yang berwenang. Password ini menggunakan alogaritma matematika khusus untuk mengubah data digital dalam urutan kode. Dalam penggunaan alat pengamanan ini, individu masing – masing sudah mempunyai kunci pribadi sendiri dan khusus.

• Firewall
Alat keamanan bagi sistem informasi dan teknologi ini merupakan jaringan computer dan software yang berfungsi sebagai “penjaga gerbang”, artinya jaringan pengaman firewall ini bekerja sebagai filter dan transfer kode pengaman dalam lalu lintas informasi dan hanya mengijinkan transmisi yang sesuai untuk bisa mengakses data di internet.


TANTANGAN ETIS

Masalah terkait etika dalam era sistem informasi saat ini telah memberikan urgensi baru dengan munculnya interer dan perdagangan elektronik. Hal ini disebabkan dengan adanya internet dan teknologi perusahaan digital yang diciptakan telah memudahkan pengumpulan, pengintegrasian dan pendistribusian informasi secara luas kepada berbagai pengguna internet dan bagi bisnis elektronik penyebaran ini bisa berjalan dengan sangat mudah serta cepat yang juga secara tidak langsung bisa membawa isu – isu etis milik pribadi yang seharusnya perlu dilindungi karena menyangkut nilai – nilai dari institusi atau bisa menyangkut individu. Kondisi ini yang bisa menjadi tantangan bagi etika, sampai muncul pertanyaan bahwa “Apakah kondisi ini etis dan bisa dipertanggungjawabkan secara social dalam tindakan?”. Dalam perkembangan selanjutnya permasalahan yang terkait dengan tantangan etika ini sempat turun sejak pengguna internet mulai dibatasi untuk bisa dengan mudah mengakses lewat portal world wide web (www) dan juga keleluasaan menulis di program HTML, hal ini akhirnya menyebabkan orang – orang enggan menggunakan internet, tetapi kondisi ini mulai beralih saat ini yaitu sejak mulai menjamurnya berbagai situs bisnis dan e-commerce dan dampak peralihan ini sudah bisa dipastikan juga akan disertai dengan munculnya isu – isu etika yang baru yang juga menimbulkan tantangan etika yang baru.


TINDAKAN SUGESTIF

1. Apakah Penggunaan Alat dan Teknologi Dalam Organisasi Murni Tergantung Pada Kebutuhan Organisasi.
Tindakan ini didasari pada kenyataan saat ini dimana banyak organisasi yang secara langsung dan dalam skala besar menerapkan teknologi terbaru dengan tujuan selain untuk memuaskan pelanggan, disamping itu juga organisasi tersebut hanya mengikuti trend kecanggihan teknologi tanpa ada dasar tujuan dan kebijakan yang tepat dan perlu direncanakan terlebih dahulu, sehingga resiko keamanan informasi diabaikan.

2. Penggunaan Perangkat Lunak Berlisensi.
Di masa penggunaan teknologi bagi bisnis yang saat ini sudah banyak berkembang bisa berpotensi juga bagi perkembangan perangkat lunak yang digunakan untuk bisnis di masa depan. Tindakan ini dilakukan berfokus pada pelanggan yang harus diperhatikan. Namun kendala yang timbul saat ini, sebagian besar perusahaan lebih memilih menggunakan perangkat lunak bajakan dengan biaya murah. Tindakan ini sudah termasuk juga dalam tindakan pidana yang akan ditindak oleh hukum. Kondisi ini perlu diubah bagi perusahaan, harus lebih memilih menggunakan perangkat lunak yang berlisensi meskipun biaya lebih mahal, tetapi bisa dipertanggung jawabkan untuk resiko terganggunya keamanan yang bisa terja di masa depan.

3. Media Penyimpanan Data yang Standart dan Dapat Diandalkan
Sumber dari data – data penting peusahaan perlu disimpan dalam media penyimpanan, tindakan ini penting dilakukan sebagai bentuk perlindungan dan ketersediaan data serta kemudahan akses terutama untuk aset bisnis, tetapi resiko keamanan teknologi juga masih bisa terjadi, karena tidak bisa hanya diselesaikan dengan media penyimpanan. Jadi fungsi media penyimpanan data ini harus lebih didukung dengan pembatasan penyaluran data.

4. Sentralisasi Penyimpanan Data Untuk Mengurangi Masalah Kehilangan Informasi atau Pencurian
Cara peningkatan keamanan sistem informasi dan teknologi dalam perusahaan bisa juga dilakukan dengan langkah data terpusat , karena tingat keamananya dijamin dengan beberapa lapisan firewall dan pendeteksi instrusi dalam sistem. Selain itu tindakan ini tidak perlu dilakukan sendiri, karena sudah bisa menggunakan jasa tenaga TI professional bersama dengan perusahaan hosting data. Meskipun biaya sentralisasi ini mahal tetapi keamanan yang bisa dijaga lebih terjamin.

5. Strategi Penerapan Sistem Pararel Dapat Meminimalkan Kegagalan Sistem
Bentuk tindakan untuk meningkatkan keamanan sistem informasi dan teknologi ini yaitu sistem lama dan sistem baru dalam perusahaan dijalankan secara stimulant, artinya jika penguasaan dan perkembangan sistem baru bisa tercapai maka sistem lama tidak akan dipakai lagi. Proses ini butuh waktu yang bertahap. Keuntungan penerapan tindakan ini, informasi tetap dapat dipindah dari sistem yang lama.

6. Karyawan Diperkaya Dengan Pembelajaran Tentang Kode Etik
Dlama tindakan ini, para karyawan harus lebih diperdalam lagi untuk memahami dan mempelajari pentingnya kode etik dengan pelatihan tentang internet dan program pelatihan etika, agar produktifitas karyawan dapat ditingkatkan yang terfokus pada penerapan manajemen mutu, dalam arti jika mutu karyawan yang memiliki dasar tindakan beretika kuat, maka pelayanan kepada konsumen juga akan baik, sehingga konsumen bisa terjamin dan secara tidak langsung citra perusahaan akan menjadi kuat juga.

7. Manfaat Dengan Memakai Jasa white hat hackers
White hat hackers bekerja berkebalikan dengan hacker hitam. Tugas hackers topi putih ini justru membantu perusahaan yang memakai jasanya untuk menangani tindakan kejahatan dalam jaringan yang dilakukan oleh hackers hitam dan hackers topi putih ini lebih bertindak sebagai konsultan keamanan sistem informasi bagi perusahaan. Hackers topi putih ini lebih sering bekerja dimalam hari, tetapi bertujuan untuk mendeteksi dan melindungi pencurian informasi bisnis di siang hari.

8. Memahami Bahwa Teknologi Bukan Sebagai Solusi Bagi Semua Masalah Bisnis
Tindakan ini penting didasari pemahaman bahwa memulai suatu bisnis dengan memfokuskan pada penggunaan teknologi dibanding proses bisnis sepenuhnya tidak benar. Hal ini didasari bahwa saat ini teknologi yang benar lebih dipandang sebagai “implementasi dari solusi” dan teknologi adalah komponen penting dari solusi, tetapi hanya komponen artinya teknologi lebih bersifat membantu aktifitas bisnis. Sedangkan aktifitas bisnis itu sendiri harus dimulai dengan sebuah proses.

KESIMPULAN
Telah diuraikan pemahaman mengenai konsep keamanan dan tantangan etika bagi bisnis elektronik dan alternatif tindakan untuk meningkatkan keamananbagi penyaluran sistem informasi dan teknologi, khususnya dalam era teknologi yang semakin canggih saat ini aktifitas bisnis yang berhubungan dengan penggunaan internet semakin luas. Kondisi ini harus diwaspadai terutama dari resiko tindakan kejahatan yang dapat mengganggu keamanan SI dan menjadi pelanggaran salam kode etik berbisnis.

Selasa, 03 Januari 2012

Customer Relationship Management ( CRM )

Perkembangan teknologi informasi yang pesat belakangan ini telah memasuki hampir semua bidang kehidupan, hal ini ditandai dengan banyaknya pengguna komputer, baik untuk kepentingan perusahaan atau bisnis sampai kepada hal-hal yang bersifat hiburan dan pendidikan. Perkembangan ini didukung oleh industri hardware (perangkat keras) dan software (piranti lunak) komputer yang terus berkembang dan semua ini telah memberikan banyak dampak positif bagi kehidupan masyarakat, yakni dengan pengaksesan dan pemrosesan informasi yang cepat, akurat dan efisien.
Salah satu teknologi informasi yang memberikan dampak paling besar adalah internet. Dengan internet, semua informasi dapat diperoleh dengan cepat dan biaya yang terjangkau tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat. Berbagai kemudahan yang diberikan oleh internet menyebabkan pertumbuhan pemakai internet semakin pesat dan menunjukkan adanya gejala awal perpindahan pola hidup masyarakat ke era digital.
Pertumbuhan ini mengakibatkan timbulnya suatu peluang bisnis dengan memanfaatkan jaringan internet, yakni promosi (pemasaran), perdagangan (jual-beli) dan pelayanan pelanggan. Dengan internet, perusahaan dapat memperkenalkan produknya dan melakukan transaksi penjualan secara online kepada pelanggan tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat. Dengan demikian pangsa pasar bagi produknya juga tidak dibatasi oleh waktu dan tempat.
Disamping meningkatkan pangsa pasar, perusahaan juga perlu memperhatikan pelanggan agar pelanggan tetap setia memakai produk-produknya dan juga menambah jumlah pelanggan. Untuk itu, perusahaan harus menerapkan Customer Relationship Management (selanjutnya disebut CRM) untuk melayani pelanggan dengan sebaik-baiknya agar pelanggan merasa puas dan dihargai oleh perusahaan, sehingga mereka akan terus menggunakan produk perusahaan tersebut. Dengan CRM, perusahaan akan mendapatkan informasi yang rinci mengenai pelanggan. Informasi itu berupa data pribadi pelanggan, kritik, saran dan apa saja yang dibutuhkan oleh pelanggan, sehingga perusahaan dapat memberikan tanggapan, pelayanan, serta perubahan-perubahan yang sesuai dengan apa yang diinginkan pelanggan.
Banyak perusahaan yang menerapkan CRM melalui internet, yaitu dengan pembuatan situs web perusahaan. Karena internet memungkinkan terjadinya komunikasi jarak jauh dan bersifat global, sehingga pihak perusahaan dan pelanggan atau calon pelanggan dapat saling berinteraksi tanpa dibatasi oleh waktu dan tempat.
Melalui situs tersebut, perusahaan dapat menjangkau konsumen dalam skala global dengan modal yang terbatas, serta melakukan kegiatan bisnis seperti promosi, pengenalan produk, penjelasan produk, harga produk sampai dengan transaksi penjualan produk. Disamping itu, perusahaan dapat membangun hubungan yang bersifat langsung dengan konsumen (direct marketing).

 Pentingnya Customer Relationship Management (CRM)
Kompetisi di bidang CRM yang dipicu oleh globalisasi dan internet telah merubah banyak hal. Konsumen memiliki banyak pilihan dan yang terpenting mereka menjadi banyak tuntutan dan berpengetahuan. Bukan lagi mitos bahwa mereka adalah raja.
Dengan skenario ini, pengusaha menyadari bahwa tidak hanya cukup dengan memuaskan dan menyenangkan mereka, tapi juga membangun hubungan yang memberikan mereka keuntungan.
Customer Relationship Management (CRM) didesain dengan maksud untuk memenuhi harapan dan kebutuhan konsumen untuk mencapai nilai lifetime konsumen yang maksimal dan memberikan hasil pada usaha.
            “Pelanggan adalah raja” sudah seharusnya tidak hanya diucapkan, terutama bagi Anda yang berniat mewujudkan sistem Customer Relationship Management (CRM). Tidak semua pelaku bisnis yang menawarkan suatu produk menyadari pentingnya pelayanan terhadap customer, hal ini dapat timbul karena berbagai alasan. Antara lain bisa jadi disebabkan karena kurang menyadari aspek kepuasan customer, ataupun karena dirasakan produk yang dijual merupakan produk yang tidak pernah sepi dari peminat sehingga tidak ada kekhawatiran ditinggalkan oleh customer.

Apa saja yang dapat dihasilkan oleh CRM?
Ternyata tidak semata-mata memanjakan customer, banyak hal positif lain yang dapat terbantu dengan adanya CRM, antara lain:
1.   Dapat dilakukan analisis mengenai customer berdasarkan kriteria tertentu
Analisis yang dapat dihasilkan sangat beragam berdasarkan data informasi yang masuk, berupa pertanyaan, pengaduan, ataupun saran customer sering membantu perusahaan untuk memperbaiki produk dan service-nya.
2.      Informasi customer dapat disimpan pada sebuah data historikal sehingga    memudahkan    proses selanjutnya.
3.   Dapat menampilkan warning atau reminder
Bayangkan betapa merasa tersanjungnya seorang customer jika sistem Anda mengucapkan selamat ulang tahun lebih dulu dibandingkan pasangan atau kenalan customer tersebut, ini merupakan salah satu contoh kegunaan warningatau reminder pada sistem CRM. Tidak terbatas hanya untuk memanjakan customer, warning, atau reminder juga dapat digunakan untuk mengingatkan customer pada event tertentu, misalnya tanggal jatuh tempo produk/service tertentu, hal ini akan membantu memperlancar kegiatan bisnis.

Pengembangan dan Implementasi CRM dengan Menggunakan Sistem/Teknologi Informasi
Sebenarnya, dengan menggunakan aplikasi spreadsheet seperti MS Excel, OpenOffice Calc dll pun bisa dibuat CRM sederhana. Data pelanggan secara rajin dan teliti dicatat, sehingga setiap mereka menggunakan jasa/produk kita, kita bisa melayani sesuai riwayat data transaksi. Tidak perlu mereka ditanyai satu persatu secara detail, bahkan cukup dengan mneyebutkan Customer ID kita bisa tahu semua informasi detail mereka. Untuk Usaha Kecil Menengah (UKM), misal bengkel mobil, akan sangat nyaman begitu ada mobil masuk ke bengkel, bagian Sales/Customer Service langsung memasukkan nomer mobil sehingga bisa diketahui siapa pemiliknya, kapan terakhir servis, jenis oli yang dipakai, montir langganan dll. Sehingga begitu pelanggan duduk, Customer Service sudah siap dengan menjawab segala pertanyaan.

Untuk perusahaan besar, pasti dibutuhkan aplikasi pengelolaan database (DBMS = Database Management System), bisa dengan MS SQL, Oracle, MySQL, IBM DB2 dll. Semua kegiatan yang dilakukan dengan customer akan disimpan secara lengkap, sehingga kalau dibutuhkan akan mudah diakses.


Komponen CRM
CRM sebenarnya terdiri dari lima komponen. Kelima komponen yang akan menguntungkan baik bagi pelanggan maupun perusahaan, yakni:
1. Strategi
Perusahaan harus cerdas dalam memahami kebutuhan pelanggan. Hal ini tak hanya meliputi kultur customer centric, tetapi juga merambah ke faktor branding, periklanan, dan proses penjualan.

2. Proses bisnis
Salah satu target dari CRM adalah menggenjot pengalaman pelanggan. Perusahaan harus menyempurnakan proses bisnis yang selain mendukung penjualan dan menghangatkan hubungan dengan pelanggan, juga memudahkan pelanggan untuk berbisnis dengan mereka.


3. Informasi
Informasi menyeluruh tentang pelanggan, penjualan, keuangan, produk, dan perilaku pembelian, akan mampu menggali hasil yang lebih mengesankan.



4. Organisasi
CRM kerap menjadikan staf perusahaan yang berhubungan dengan pelanggan, sekaligus menjadi tenaga penjualan, call center, atau bahkan pemberi saran teknis. Semua itu tentu akan merevolusi cara kerja mereka

5. Teknologi
Software akan menjadi senjata andalan bagi keempat komponen di atas. Setelah mendefinisikan tujuan CRM, mendokumentasikan kebutuhan, dan memasang target, barulah perusahaan berbicara dengan vendor CRM


Mengapa perusahaan membutuhkan CRM?
Bagi perusahaan mungkin timbul pertanyaan, mengapa harus mengimplementasikan CRM? Jawabannya sederhana, yakni keuntungan.
Pelanggan yang puas akan produk dan layanan yang mereka nikmati, akan kembali datang. Mereka akan bercerita ke temannya. Mereka juga tak akan keberatan membuka informasi personal untuk perusahaan. Berdasar data tersebut, perusahaan memiliki kesempatan untuk memberikan nilai tambah kepada pelanggan. Alhasil panen pelanggan pun terjadi. Keuntungan pun berhasil diraup perusahaan.
Sebaliknya, perusahaan yang gagal menjaga loyalitas pelanggan dengan langkah di atas, hanya bisa bengong melihat pelanggan berpaling meninggalkan mereka.


Keuntungan Mengimplementasikan CRM
Sistem CRM yang efektif akan mendongkrak keuntungan perusahaan. Sistem CRM yang efektif harus mampu mendukung proses penjualan dan memangkas biaya operasional. Berikut penjabarannya:
·         Membantu tim penjualan dalam memahami keinginan pelanggan, menyuguhkan layanan yang lebih mumpuni, dan memperkuat hubungan dengan pelanggan.
·         Mengurangi waktu training bagi anggota baru tim penjualan dengan menyuguhkan apa saja kebutuhan dan perilaku pelanggan.
·         Memperbaiki sistem dan prosedur dalam administrasi penjualan.
·         Informasi dengan cepat dan mudah tersedia dalam beragam perangkat (misalnya kemudahan akses via Pocket PC).
·         Menelusuri aktivitas penjualan dari setiap anggota tim penjualan.
·         Memungkinkan perusahaan menawarkan produk yang spesifik sesuai kebutuhan masing-masing pelanggan.
·         Menyediakan lokasi yang aman untuk menyimpan data penjualan perusahaan.
·         Menyuguhkan laporan penjualan dengan seketika.



Tujuan Penggunaan Customer Relationship Management (CRM) pada  Perusahaan
Tujuan Penggunaan Customer Relationship Management ( CRM ) pada system informasi perusahaan memiliki tujuan antara lain yaitu:
1) Meningkatkan Laba Perusahaan dengan cara menggunakan hubungan yang sudah ada antara perusahaan dan pelanggan.

2) Menciptakan pelayanan yang memuaskan menggunakan informasi yang terintegrasi. Dengan menggunakan informasi pelanggan yang lebih baik dalam mencukupi kebutuhan pelanggan, dapat menghemat waktu pelanggan dan mengurangi frustasi.

3) Menampilkan konsistensi, prosedur dan proses saluran jawaban.
Dengan meningkatnya saluran hubungan pelanggan, banyak pekerja pula yang tercakup dalam transaksi penjualan. Tanpa ukuran atau kompleksitas perusahaan harus memperbaiki proses dan konsistensi prosedural dalam pengelolaan akuntan dan penjualan.



Aplikasi CRM
Software atau aplikasi CRM sekarang ini sudah cukup banyak beredar di pasaran, kebanyakan dibuat oleh perusahaan Amerika dan Eropa yang lebih dulu mengimplementasikan aplikasi CRM di perusahaan mereka. Aplikasi CRM berguna bagi perusahaan dalam banyak hal. Pertama, proses otomatisasi dari seluruh data yang ingin dipakai perusahaan dalam membangun database pelanggan. Dapat dibayangkan betapa sulitnya mengumpulkan data-data pelanggan, mencatat berapa kali mereka menghubungi perusahaan dalam satu bulan, berapa kali mereka menggunakan produk atau layanan perusahaan, dan berbagai data lain jika dilakukan secara manual.




Nilai Tambah dalam Penggunaan CRM
Penggunaan Customer Relationship Management ( CRM ) pada perusahaan di dalam kegiatan bisnis mereka memberikan suatu keuntungan atau nilai bagi perusahaan tersebut, nilai tersebut merupakan keuntungan yang di dapatkan perusahaan pada penggunaan Customer Relationship Management (CRM) ini. Customer Relationship Management (CRM) membantu perusahaan dalam mengumpulkan dan menganalisa informasi tentang sejarah pelanggan, apa saja yang menjadi kesenangannya, apa saja keluhannya bahkan data – data lain untuk mengira-ngira apa yang akan pelanggan inginkan di masa yang akan datang.


Dari topik pembahasan ini dapat disimpulkan bahwa :
·         Dengan adanya teknologi Customer Relationship Management (CRM) pada sistem informasi perusahaan, diharapkan dapat lebih mudah untuk mengelola informasi pelanggan sebagai alat untuk menciptakan keunggulan kompetitif, yaitu dengan cara memberikan layanan terbaik kepada pelanggan secara lebih spesifik.
·         Dengan adanya teknologi Customer Relationship Management (CRM) pada sistem informasi perusahaan, diharapkan dapat mengoptimasi profitability, revenue, dan customer satisfaction.
·         Dengan adanya teknologi Customer Relationship Management (CRM) pada sistem informasi perusahaan, diharapkan dapat membangun database mengenai pelanggan yang dapat digunakan untuk membangun relasi yang baik antara perusahaan dengan pelanggan untuk menjaga loyalitas pelanggan.

Rabu, 16 November 2011

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN


1.  Analisis Rasio Keuangan

                 Laporan keuangan  tahunan  menggambarkan  kondisi  keuangan  perusahaan pada saat tertentu, hasil usaha dalam suatu rentang waktu, serta informasi-informasi  lainnya yang berkaitan dengan perusahaan yang bersangkutan.  Laporan   keuangan harus memberikan informasi untuk
 (1) pengambilan keputusan investasi dan kredit
 (2) menilai prospek arus kas
(3) menilai sumber daya, klaim atas sumber daya,  dan  perubahan  sumber daya  berupa:
 (a)  sumber daya ekonomi, kewajiban, dan  ekutias pemilik
 (b)  kinerja  dan laba perusahaan
 (c)   kinerja   dan  stewardship manajemen. Tujuan ini terangkum dalam penyajian laporan laba rugi neraca, laporan arus kas, dan pengungkapan laporan keuangan.
                Berdasarkan tujuan tersebut para pemakai laporan keuangan dapat menilai informasi yang dihasilkan sebagai dasar pengambilan keputusan ekonomi yang berkaitan dengan perusahaan tersebut. Pemakai laporan keuangan berdasarkan kepentingannya,  sebagai berikut:
1. Investor, yang  berkepentingan dengan risiko dan hasil investasi dari investasi yang mereka lakukan. Informasi yang dibutuhkan untuk menentukan apakah mereka akan membeli, menahan, atau menjual investasi tersebut. Yang biasa dilihat oleh investor adalah informasi mengenai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen .
2. Kreditor, yang menggunakan informasi akuntansi untuk membantu mereka memutuskan apakah   pinjaman dan bunganya dapat dibayar pada waktu jatuh tempo
3. Pemasok, yang membutuhkan informasi mengenai kemampuan perusahaan untuk melunasi hutang-hutangnya pada saat jatuh tempo
 4. Karyawan, yang membutuhkan informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan, dan kemampuan memberi pensiun dan kesempatan kerja
5. Pelanggan, yang berkepentingan dengan informasi tentang kelangsungan hidup perusahaan terutama bagi mereka yang memiliki perjanjian jangka panjang dengan perusahaan
6. Pemerintah, yang berkepentingan dengan informasi  untuk mengatur aktivitas perusahaan,      menetapkan kebijakan pajak, dan untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan lain-lain
7. Masyarakat , yang berkepentingan dengan informasi tentang kecenderungan dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta berbagai aktivitas yang menyertainya.
Ada tiga jenis laporan keuangan pokok yang dihasilkan antara lain :
1. Neraca
Neraca adalah laporan keuangan seacara sistematis tentang harta, utang serta modal dari suatu perusahaan pada suatu periode tertentu. Secara spesifik neraca dimaksudkan membantu pihak eksternal untuk menganalisis likuiditas perusahaan dan kemampuan untuk menghasilkan pendapatan selama periode tertentu.
2. Laporan Laba / Rugi
Merupakan laporan secara sistematis tentang penghasilan-penghasilan, biaya-biaya, serta laba / rugi bersih suatu perusahaan untuk suatu periode tertentu. Laporan ini sering dipandang sebagai laporan akuntansi paling penting dalam laporan tahunan.
3. Laporan Arus Kas
Tujuan pokok aliran kas adalah untuk memberikan informasi mengenai penerimaan dan pembiayaan kas perusahaan selama periode tertentu. Tujuan kedua laporan arus kas adalah untuk memberikan informasi mengenai efek kas dari kegiatan investasi, pendanaan dan operasi perusahaan selama periode tertentu.
Analisis rasio keuangan merupakan rasio yang menghubungkan unsur-unsur laporan keuangan satu dengan yang lainnya dapat memberikan gambaran tentang sejarah perusahaan dan perusahaan dan penilaian posisinya pada saat ini. Analisis rasio bertujuan memberikan gambaran tentang baik buruknya keadaan keuangan suatu perusahaan pada saat tertentu.
Berikut ini adalah pengelompokan rasio keuangan menurut (Bambang Riyanto 1997:330):
1. Rasio-rasio Neraca (Balance Sheet Ratios)
Yang tergolong dalam rasio ini adalah semua datanya diambil atau bersumber pada neraca misalnya : Current Ratio, Acid Test Ratio, Current Assets to Total Assets Ratio, Current Liabilities to Total Assets Ratio.
2. Rasio-rasio Laporan Keuangan Laba / Rugi (Income Statement Ratios)
Yaitu angka-angka rasio yang dalam penyusunannya semua datanya diambil dari laporan laba / rugi, misalnya: Gross Profit Margin, Net Operating Ratio.
3. Rasio-rasio Antar Laporan (Interstatement Ratios)
Semua angka yang penyusunan datanya berasal dari neraca dan data lainnya dari laporan laba / rugi, misalnya: tingkat perputaran persediaan (Inventory Turn Over), Sales to Fixed Asset.
2. Alat Analisis
Alat analisis yang digunakan oleh penulis hanya pada perhitungan :
1. Likuiditas
Likuiditas, adalah menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya yang harus segera dipenuhi, atau kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada saat ditagih. Jumlah alat – alat pembayaran (alat – alat likuid) yang dimiliki oleh suatu perusahaan pada suatu saat tertentu merupakan “kekuatan membayar” (zahlungskraft) dari perusahaan yang bersangkutan. Suatu perusahaan yang mempunyai “kekuatan membayar” belum tentu dapat memenuhi segala kewajiban finansiilnya yang segera harus dipenuhi, atau dengan kata lain perusahaan tersebut belum tentu mempunyai “kemampuan membayar” (zahlungsfahigkeit). “Kemampuan membayar”-baru terdapat pada perusahaan apabila “kekuatan membayar”-nya adalah demikian besarnya sehingga dapat memenuhi semua kewajiban finansiilnya yang segera harus dipenuhi. Dengan demikian maka kemampuan bayar itu baru dapat diketahui setelah kita membandingkan “kekuatan membayar”-nya di satu pihak dengan kewajiban – kewajiban finansiilnya yang segera harus dipenuhi di lain pihak.
Ditinjau dari likuiditas, maka keadaan perusahaan dapat dibedakan :
a. Likuid, perusahaan yang mampu memenuhi seluruh kewajiban keuangan, khususnya kewajiban jangka pendek tepat pada waktunya.
b. Ilikuid, perusahaan yang tidak mampu memenuhi kewajiban keuangan, khususnya kewajiban jangka pendeknya.
Disamping itu likuiditas juga digolongkan atas :
a. Likuiditas badan usaha, kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada pihak luar perusahaan ( kreditur ).
b. Likuditas perusahaan, kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya kepada pihak dalam perusahaan.
Dalam hal ini perusahaan harus memperhatikan apakah perusahaan setiap saat dapat memenuhi pembayaran – pembayaran yang diperlukan untuk kelancaran buruh dan lain sebagainya. Dengan kata lain dapatlah dikatakan bahwa pengertian likuiditas dimaksudkan
Yang termasuk dalam rasio likuiditas adalah :
a. Current Ratio
Ratio yang paling umum digunakan untuk menganalisa posisi modal kerja suatu perusahaan adalah current ratio yaitu perbandingan antara jumlah aktiva lancar dengan hutang lancar. Ratio ini menunjukkan bahwa nilai kekayaan lancer (yang segera dapat dijadikan uang) ada sekian kalinya hutang jangka pendek. Current ratio 200% kadang – kadang sudah memuaskan bagi suatu perusahaan, tetapi jumlah modal kerja dan besarnya ratio tergantung pada beberapa faktor, suatu standar atau ratio yang umum tidak dapat ditentukan untuk seluruh perusahaan. Current ratio 200% hanya merupakan kebiasaan (rule of thumb) dan akan digunakan sebagai titik tolak untuk mengadakan penelitian atau analisa yang lebih lanjut. Current ratio ini menunjukkan tingkat keamanan (margin of safety) kreditor jangka pendek, atau kemampuan perusahaan untuk membayar hutang – hutang tersebut. Tetapi suatu perusahaan dengan current ratio yang tinggi belum tentu menjamin akan dapat dibayarnya hutang perusahaan yang sudah jatuh tempo karena proporsi atau distribusi dari aktiva lancar yang tidak menguntungkan, misalnya jumlah persediaan yang relative tinggi dibandingkan taksiran tingkat penjualan yang akan dating sehingga tingkat perputaran persediaan rendah dan menunjukkan adanya over investment dalam persediaan tersebut atau adanya saldo piutang yang besar yang mungkin sulit untuk ditagih. Dalam menganalisa atau menghitung current ratio ini perlu diperhatikan kemungkinan adanya manipulasi data yang disajikan oleh perusahaan (adanya window dressing), yaitu dengan cara mengurangi jumlah hutang lancar yang mungkin diimbangi dengan mengurangi jumlah aktiva lancar dalam jumlah yang sama (lebih – lebih adanya pengurangan utang lancar yang tidak diimbangi dengan penurunan jumlah aktiva lancar). Pengurangan jumlah utang lancar dan aktiva lancar dalam jumlah yang sama akan menaikkan atau mempertinggi current ratio yang dihitung.
b. Quick ratio
Ratio ini merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban – kewajibannya dengan tidak memperhitungkan persediaan, karena persediaan memerlukan waktu yang relative lama untuk direalisir menjadi uang kas dan menganggap bahwa piutang segera dapat direalisir sebagai uang kas, walaupun kenyataannya mungkin persediaan lebih likuid daripada piutang. Dalam menghitung quick ratio ini, elemen sediaan tidak diperhitungkan karena sediaan dianggap sebagai elemen aktiva lancar yang mempunyai tingkat likuiditas yang rendah dan kemungkinan harga barang mengalami perubahan. Aktiva lancar yang lain: kas, surat berharga, dan piutang dianggap mempunyai likuiditas yang lebih tinggi dibanding persediaan. Secara umum tingkat quick ratio yang kurang dari 100% dianggap kurang baik likuiditas dari perusahaan yang bersangkutan. Mereka menghendaki perusahaan tersebut mampu menyediakan alat – alat likuid yang memadai, untuk memenuhi kewajiban jangka pendeeknya. Jika current ratio tinggi tapi quick rationya rendah menunjukkan adanya investasi yang sangat besar dalam persediaan.
c. Cash Ratio
Cash ratio menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar utang jangka pendeknya yang harus segera dipenuhi dengan kas dan surat berharga dalam perusahaan yang dapat segera diuangkan. Bertambahnya tingginya cash ratio, berarti jumlah uang tunai yang tersedia semakin besar, sehingga pelunasan hutang pada saatnya tidak akan mengalami kesulitan.
Kegunaan cash ratio adalah untuk mengetahui bahwa setiap hutang lancar Rp. 1, 00 dijamin oleh kas dan efek sebesar hasil yang diperoleh dari cash rationya tidak tedapat standar likuiditas pada cash ratio sehingga penilaianya tergantung kebijaksanaan perusahaan.
2. Rasio Solvabilitas
Solvabilitas suatu perusahaan menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi segala kewajiban finansialnya apabila sekiranya perusahaan tersebut pada saat itu dilikuidasikan. Di sini persoalannya ialah apabila suatu perusahaan itu dilikuidasikan, apakah kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut cukup untuk memenuhi semua utang – utangnya? Dengan demikian maka pengertian solvabilitas dimaksudkan sebagai kemampuan suatu perusahaan untuk membayar semua utang – utangnya (baik jangka pendek maupun jangka panjang).
Ditinjau dari solvabilitas, maka keadaan perusahaan dibedakan menjadi :
a. Solvabel, perusahaan mampu memenuhi semua kewajiban keuangannya apabila perusahaan tersebut dilikuidasi.
b. Insolvable, perusahaan tidak mampu memenuhi semua kewajiban keuangannya apabila perusahaan dilikuidasi.
Yang termasuk dalam rasio solvabilitas antara lain :
a. Total Debt to Total Equity Ratio
Rasio ini membandingkan total utang dengan total modal pemilik ekuitas. Rasio digunakan untuk mengetahui berapa bagian setiap rupiah dari modal pemilik yang digunakan untuk menjamin utang. Semakin besar rasio ini semakin tidak menguntungkan bagi para kreditur, karena jaminan modal pemilik terhadap utang semakin kecil. Rasio di atas 100% sangat berbahaya bagi kreditur karena jumlah utang lebih besar daripada modal pemilik, walaupun terdapat kemungkinan terbayarnya utang dengan menggunakan laba operasi perusahaan yang ada.
b. Total Debt to Total Assets Ratio
Rasio ini membandingkan jumlah total utang dengan aktiva total yang dimiliki perusahaan. Dari rasio ini, kita dapat mengetahui beberapa bagian aktiva yang digunakan untuk menjamin utang, atau berapa bagian dari semua kebutuhan dana yang telah digunakan perusahaan yang dibelanjai dengan modal asing atau utang. Biasanya, para kreditur lebih menyukai rasio utang yang rendah, sebab semakin rendah rasio utang dari perusahaan yang diberi kredit akan semakin besar tingkat “keamanan” yang didapat kreditur pada waktu likuidasi. Para pemilik perusahaan lebih menyukai mempunyai rasio utang yang tinggi, karena akan memperbesar keuntungan yang akan diperoleh dan tanpa harus kehilangan kendali perusahaan. Akan tetapi, rasio utang yang tinggi berarti para pemilik terlalu berani melakukan spekulasi dan modal pemilik yang digunakan relative terbatas jumlahnya. Sebenarnya, keadaan seperti itu akan sangat merugikan perusahaan dan pemilik. Apabila situasi ekonomi memburuk akan mengakibatkan perusahaan akan mengalami kerugian yang besar.
c. Long Term Debt to Equity Ratio
Rasio ini membandingkan antara utang jangka panjang dan modal pemilik. Rasio ini menunjukkan berapa bagian modal pemilik yang menjadi jaminan utang jangka panjang. Dengan kata lain, rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan modal pemilik untuk menutup utang jangka panjang. Semakin rendah rasio ini akan semakin aman bagi kreditur jangka panjang.
Oleh sebab itu ditinjau dari segi likuiditas dan solvabilitas, maka suatu perusahaan dapat mengalami keadaan:
a. Likuid dan Solvabel
Yaitu perusahaan yang dapat memenuhi kewajiban keuangannya baik yang bersifat jangka pendek, maupun jangka panjang.
b. Likuid tetapi insolvable
Yaitu perusahaan yang dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya tetapi tidak dapat memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
c. Ilikuid dan Solvabel
Yaitu perusahaan yang tidak dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya tetapi dapat memenuhi kewajiban jangka panjangnya.
d. Ilikuid dan Insolvabel
Yaitu perusahaan yang tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang.
Bagi para kreditur jangka panjang / pemegang saham, selain berminat pada kondisi keuangan jangka pendek juga berminat pada kondisi keuangan jangka panjang, karena betapa pun baiknya kondisi keuangan jangka pendek tidak menjamin bahwa kondisi keuangan jangka panjangnya akan tetap baik.
3. Rasio Rentabilitas
Ratio – ratio yang dipelajari terlebih terdahulu pada dasarnya adalah untuk mempelajari tiap bagian relative antara modal pinjaman yang diberikan oleh kreditor dan modal sendiri oleh pemegang saham. Rentabilitas suatu perusahaan menunjukkan perbandingan antara laba dengan aktiva atau modal yang menghasilkan laba tersebut. Dengan kata lain rentabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba selama periode tertentu. Cara untuk menilai rentabilitas suatu perusahaan adalah bermacam – macam dan tergantung pada laba dan aktiva atau modal mana yang akan diperbandingkan satu dengan yang lainnya. Apakah yang akan diperbandingkan itu laba yang berasal dari operasi atau usaha, atau laba neto sesudah pajak dengan aktiva operasi, atau laba neto sesudah pajak diperbandingkan dengan keseluruhan aktiva “tangible”, ataukah yang akan diperbandingkan itu laba neto sesudah pajak dengan jumlah modal sendiri. Dengan adanya bermacam – macam cara dalam penilaian rentabilitas suatu perusahaan, maka tidak mengherankan kalau ada beberapa perusahaan yang berbeda – beda dalam cara menghitung rentabilitasnya. Yang penting adalah rentabilitas mana yang akan digunakan sebagai alat pengukur efisiensi penggunaan modal dalam perusahaan yang bersangkutan.
Dan berikut ini diberikan beberapa ratio untuk mengukur profit yang diperoleh dari modal – modal yang digunakan untuk mengukur operasi tersebut rentabilitas atau mengukur kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan.
a. Net Profit Margin
Net profit margin adalah rasio yang membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak dan penjualan bersih untuk menunjukkan berapa bagian dari penjualan berih yang menjadi laba setelah bunga dan pajak. Semakin tinggi rasio ini, semakin menguntungkan karena laba bersih perusahaan makin besar.
b. Return on Investment (ROI)
Analisa Return on Investment (ROI) dalam analisa keuangan mempunyai arti yang sangat penting sebagai salah satu tehnik analisa keuangan yang bersifat menyeluruh komprehensif. Analisa ROI ini sudah merupakan tehnik analisa yang lazim digunakan oleh pimpinan perusahaan untuk mengukur efektivitas dari keseluruhan operasi perusahaan. Return on investment itu sendiri adalah salah satu bentuk dari rasio rentabilitas yang dimaksudkan untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasinya perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Dengan demikian rasio ini menghubungkan keuntungan yang diperoleh dari operasinya perusahaan net operating income dengan jumlah investasi atau aktiva yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan operasi tersebut net operating assets. Besarnya ROI akan berubah kalau ada perubahan profit margin atau assets turnover, baik masing – masing atau kedua – duanya. Dengan demikian maka pimpinan perusahaan dapat menggunakan salah satu atau kedua – duanya dalam rangka usaha untuk memperbesar ROI. Usaha mempertinggi ROI dengan memperbesar profit margin adalah bersangkutan dengan usaha untuk mempertinggi efisiensi di sector produksi, penjualan dan administrasi. Usaha ROI untuk memperbesar assets turn over adalah kebijaksanaan investasi dana dalam berbagai aktiva, baik aktiva lancar maupun aktiva tetap.
c. Return on Equity
Return on equity adalah rasio yang membandingkan antara laba bersih (laba setelah bunga dan pajak) dan jumlah modal pemilik. Rasio ini menunjukkan kemampuan modal pemilik yang ditanamkan oleh pemilik atau investor untuk menghasilkan laba bersih yang menjadi bagian para pemilik. Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi keuntungan para investor karena semakin efisien modal yang ditanamkannya dalam perusahaan yang bersangkutan. Dengan demikian, rasio ini sangat mendapat perhatian para investor.